Sosok Sartono Kartodirdjo

Sosok Sartono Kartodirdjo

Sosok Sartono Kartodirdjo – Mungkin masih banyak yang belum pernah mengenal tentang salah satu sejarawan Indonesia yang satu ini. Dia merupakan salah satu lulusan luar negeri Belanda yang telah memberikan banyak pemikiran pemikiran tentan ilmu antropologi, sosiologi serta banyak lagi.

Artikel kami kali ini akan membahas lebih lanjut tentan sosok siapa Sartono ini sebenarnya. Mari kita simak dan juga ikutin bersama.

Mengenal Sosok Sartono Kartodirdjo

Dengan nama lengkap Prof. Dr. A Sartono  kartodirjo adalah seorang sejarawan asal Indonesia yang menjadi pencetus tentang penulisan sejarahdalam bentuk multidimensi. Hal itu dikarenakan sosok sartono telah mengenyam banyak ilmu dari luar negeri yang dilatih dengan kepekaan batin serta ketajaman intuisinya dengan menjadi sosok ilmuwan asketis.

Sosok Sartono Kartodirdjo

Tepat pada tahun 1968 Sartono diberikan gelar Guru Besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta dikarenakan dengan pemikiran dia yang berjudul tentang The Peasants’ Revolt of Banten in 1888, it’s conditions, course and Seque, A Case Study of Sosial Movement in Indonesia. Hal itu pun membuat dia mendapatkan gelar doktoran di bidang jembatan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia.

Ketika usianya 44 tahun,  Sartono telah selesai mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Sastra UI, kemudian ditambah dengan kegiatan mengajarnya. Semasa hidupnya Sartono juga telah melahirkan banyak murig yang menjadi penyambung dari gagasan yang dia lakukan termasuk di Indonesia dan juga luar negeri.

Hal itu pun membuat Sartono meraih benda Prize yang diberikan oleh Sejarawan H.J Benda tahun 1977. Selain itu beliau juga meripakan salah seorang asketisme inteletual yang luar biasa. Dikarenakan dia selalu memberikan pentinganya sikap asketis dalam diri pribadi seseorang.

Namun dikarenakan pendekatannya yang tidak berasal dari ilmu sejarah maka kisah kisah tersebut sangatlah menyenangkan. Semua ilmu tentan antropologi, Sosiologi serta disiplin ilmu lainnya. Hal itu puin didukung dengan adanya indonesiasentris yang sangat berisi aneka ragam kisah raja serta orang besar di Indonesia. Hal itulah yang membuat dia berpikiran tentang rakyat, petani serta wong cilik memiliki peran penting dalam membentuk sebuah sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *